Pernyataan TNI Terkait Status Satria Arta Kumbara
TNI, sebagai institusi militer utama di Indonesia, telah mengklaim bahwa Satria Arta Kumbara sudah tidak lagi menjadi bagian dari prajurit mereka. Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, yang menegaskan bahwa Satria sudah bukan lagi anggota TNI. Dengan demikian, statusnya kini dianggap sebagai mantan prajurit atau bahkan desertir.
Kristomei menyampaikan bahwa Satria sudah tidak lagi menjadi tanggung jawab TNI, baik itu TNI Angkatan Darat (AD), TNI Angkatan Laut (AL), maupun Korps Marinir. Ia menjelaskan bahwa karena Satria sudah keluar dari jajaran TNI dan menjadi masyarakat sipil, maka semua tindakan dan kejadian yang terjadi padanya tidak lagi menjadi urusan institusi tersebut.
”Satria sudah purnawirawan dan telah desersi. Jadi, dia tidak lagi menjadi bagian dari TNI. Kami tidak memiliki kepentingan apa pun terkait tindakannya saat ini,” ujar Kristomei dalam pernyataannya kepada awak media di Jakarta pada Senin (25/8).
Kabar Terbaru Mengenai Kondisi Satria
Sebelum pernyataan resmi TNI, seorang mantan prajurit TNI AD bernama Ruslan Buton memberikan informasi terkini tentang kondisi Satria. Dalam video yang beredar di media sosial, Ruslan menyampaikan bahwa Satria sedang dalam kondisi terluka akibat serangan drone milik Ukraina. Selain itu, ia juga disebut mengalami serangan menggunakan mortir.
Ruslan mengaku sempat berkomunikasi dengan Satria melalui pesan WhatsApp. Dari komunikasi tersebut, Satria menyampaikan bahwa dirinya sedang dievakuasi setelah mendapat serangan drone dan tembakan mortir. Ia juga menyebutkan bahwa kondisinya saat ini sangat terjepit dan dalam proses evakuasi.
”Saya berkomunikasi dengan Satria (Arta) Kumbara melalui chat WA. Dia menyampaikan saat ini sedang dievakuasi karena mendapat serangan drone dan tembakan mortir,” kata Ruslan dalam video tersebut.
Foto yang Menunjukkan Kondisi Satria
Berkaitan dengan kabar tersebut, beredarnya beberapa foto juga memperlihatkan kondisi terkini Satria. Dalam foto-foto tersebut, tampak kepala Satria dibalut perban. Ia terlihat lemas dan tidak memiliki tenaga. Bekas-bekas darah juga terlihat pada lilitan perban tersebut. Hingga saat ini, belum ada penjelasan lebih lanjut dari Satria sendiri, meskipun biasanya ia sering menyampaikan informasi melalui akun media sosialnya.
Ruslan menambahkan bahwa Satria saat ini sedang dalam keadaan terkepung dan membutuhkan bantuan evakuasi segera. Namun, hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak TNI terkait situasi Satria.
Tanggung Jawab dan Status Satria
Dari penjelasan yang diberikan oleh TNI, jelas bahwa Satria sudah tidak lagi menjadi bagian dari institusi tersebut. Dengan demikian, segala tindakan dan kejadian yang dialaminya kini menjadi tanggung jawab pribadi. TNI menegaskan bahwa mereka tidak akan terlibat dalam apapun yang terjadi pada Satria, karena statusnya kini sudah menjadi masyarakat sipil.
Meski begitu, isu mengenai kondisi Satria masih menjadi perhatian publik. Banyak pihak menantikan informasi lebih lanjut, baik dari Satria sendiri maupun dari pihak lain yang bisa memberikan klarifikasi.