Evaluasi dan Pembaruan Kebijakan Bansos Tahun 2025
Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) kembali melakukan evaluasi dan pembaruan kebijakan terkait penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk tahap 3 tahun 2025. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menekankan pentingnya ketepatan sasaran serta pemberdayaan sebagai fokus utama bansos ke depan.
Dalam keterangannya, Gus Ipul menyampaikan bahwa bansos bukan merupakan program seumur hidup. Melainkan bentuk bantuan sementara untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sebelum diarahkan ke program pemberdayaan. “Jangan kita larut dalam pemberian bansos. Itu satu hal. Tapi lebih dari itu, mereka harus berdaya. Bagi usia produktif akan dievaluasi setiap lima tahun. Kalau layak, pindah ke program pemberdayaan. Kalau tidak, tetap diberikan bansos,” tegasnya.
Perubahan Data dan Evaluasi KPM
Berdasarkan data dari Kemensos, sebanyak 1,8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) telah dikeluarkan dari daftar penerima karena kondisi ekonomi mereka membaik. Bantuan tersebut kini dialihkan kepada kelompok masyarakat miskin ekstrem. Hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari penyaringan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTKSEN) guna meminimalisir kesalahan seperti:
- Inclusion error (penerima tidak berhak yang tetap mendapat bansos)
- Exclusion error (penerima berhak yang tidak tercatat)
Masalah dan Tantangan Penyaluran Bansos
Kemensos juga mencatat sejumlah tantangan serius dalam pelaksanaan program bansos:
-
Ketidaktepatan Sasaran
Evaluasi menunjukkan hingga 45 persen penerima PKH dan BPNT sebelumnya tidak tepat sasaran. -
Penyalahgunaan Data dan Rekening Bansos
PPATK menemukan lebih dari 10 juta rekening bansos tidak aktif selama lebih dari 3 tahun, dengan total dana mengendap sebesar Rp2,1 triliun. -
Penyalahgunaan oleh Penerima
Terdapat lebih dari 600.000 KPM terindikasi terlibat judi online (Judol), termasuk 300.000 penerima PKH. Dari jumlah tersebut, 230.000 KPM telah dihentikan bantuannya, sisanya masih dalam proses pendalaman.
Gus Ipul menegaskan bahwa bansos harus diarahkan untuk mendorong kemandirian. Bagi penerima usia produktif, evaluasi dilakukan setiap lima tahun agar mereka bisa beralih ke program pemberdayaan. Untuk mendukung tujuan tersebut, pemerintah telah membentuk Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Progres dan Update Penyaluran Bansos Tahap 3 Agustus 2025
Kemensos mencatat dari 3,6 juta KPM yang tengah diproses untuk pembukaan rekening kolektif (burekol), 1,6 juta telah berhasil diselesaikan. Sisanya sebanyak 2 juta KPM masih dalam proses, dengan target penyelesaian dalam beberapa minggu ke depan. Setelah proses burekol selesai, penyaluran bansos dilakukan setelah pembagian Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Penyaluran bansos tahap ketiga ini akan difokuskan pada dua kelompok KPM, yaitu:
-
KPM peralihan dari PT Pos Indonesia ke KKS Himbara
Sebanyak 1,6 juta KPM akan menerima bansos secara digital melalui bank milik negara. -
KPM hasil validasi baru
Mereka akan mendapatkan PKH dan BPNT untuk periode tahap 2 April–Juni 2025 yang mengalami penyesuaian penyaluran.
Update Aplikasi SIKS-NG dan Validasi Data
Dalam aplikasi SIKS-NG, saat ini update penyaluran bantuan sosial PKH dan BPNT tahap ketiga belum muncul, karena masih dalam proses verifikasi dan validasi. Namun, bansos Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) sudah diperbarui untuk periode Juli 2025.
Gus Ipul menekankan pentingnya pemutakhiran data bansos secara rutin bersama BPS dan pemerintah daerah. Data BPS terbaru menjadi acuan penyaluran bansos yang lebih akurat dan tepat sasaran. “Data itu sangat dinamis. Setiap hari ada yang meninggal, lahir, pindah, atau menikah. Kalau kita konsisten memperbaharui data, penyaluran bansos akan makin akurat,” pungkasnya.
Dengan berbagai pembaruan dan evaluasi ketat yang dilakukan, Kementerian Sosial berharap bansos ke depan dapat lebih tepat sasaran, mendukung kemandirian masyarakat, serta mengurangi ketergantungan jangka panjang. Jika Anda adalah penerima bantuan PKH atau BPNT, pastikan untuk mengecek informasi terbaru melalui aplikasi atau kanal resmi Kemensos agar tidak ketinggalan update penting terkait bansos tahap ketiga tahun 2025.
